Senin, 10 Mei 2010

PRINSIP-PRINSIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM

A. PENDAHULUAN
Islam adalah agama pendidikan , peradaban dan kemuliaan. Prinsip Islam terhadap fungsi pendidikan adalah melihat dan menjadikan pendidikan sebagai sarana memberdayajan seluruh potensi diri manusia agar mencapai martabat yang mulia. Prinsip berarti asas(kebenaran yang menjadi pokok dasar orang berpikir, bertindak dan sebagainya). [yuli1994,109,5U]
Prinsip pendidikan terambil dari dasar pendidikan baik berupa agama maupun ideologi negara yang dianut. Pada umumnya pendidikan islam sama dengan pendidikan yang bersifat umum. Maksudnya pendidikan islam juga memiliki komponen-komponen pendidikan yang menjadi tulang punggung bagi keberlangsungan proses belajar mengajar. Komponen – komponen pendidikan itu mencakup; tujuan pendidikan kurikulum, metode, dan evaluasi pendidikan.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Pendidikan Islam
Sebelum menjelaskan tentang komponen-komonen pendidikan akan dijelaskan dahulu mengenai pengertian – pengertian pendidikan islam, pengertian pendidikan islam haruslah digali dengan ajaran-ajaran islam sendiri. M. Yusuf Qardhawimemberikan pengertian bahwa pendidikan islam adalah pendidikan manusia sepenuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya, karena itu pendidikan islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang dan menyiapkannya untuk untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.
Sementara menurut Hasan Langgulung merumuskan pendidikan islam sebagai suau proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan , memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal didunia dan memetik hasilnya diakhirat.[azra1999,5,10D)
Disini pendidikan islam merupakan suatu proses pembentukan individu berdasarkan ajaran-ajaran islam yang diwahyukanAllah SWT kepada Muhammad SAW. Dari semua pengertian terdahulu terlihat penekanan pendidikan islam pada bimbingan bukan pengajaran yang mengandung konotasi otoritatif pihak pelaksana pendidikan, katakanlah guru. Dengan bimbingan sesuai dengan ajaran-ajaran islam maka anak didik mempunyai ruang gerak cukup luas untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya. Disini sang guru lebih berfungsi sebagai fasilitator atau penunjuk jalan kearah penggalian potensi anak didik. Dengan demikian guru bukanlah segala-galanya, sehingga cenderung menganggap anak didik bukanlah apa-apa, selain manusia yang masih kosong yang perlu diisi. Dengan kerangka dasar pengertian ini, maka guru menghormati anak didik sebagai anak didik sebagai individu yang memiliki berbagai potensi.

1.a. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan ialah suatu yang diharapkantercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka pendidikan, Karena merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, Tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang, berkenaan dari seluruh aspek kehidupannya.[dara1992,29,7U]
Tujuan pendidikan islam pada prinsipnya adalah membina seluruh potensi fisik, psikis, individual, sosial, agar dapat mencapai kesempurnaan dan dapat pula mencapai pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Adapun lebih spesifiknya, Al Syaibany mengemukakan prinsip-prinsip dari tujuan pendidikan islam ini. Prinsip-prinsip tujuan pendidikan islam tersebut adalah :
a). Prinsip menyeluruh
Pendidikan Islam berdasarkan pada prinsip ini bertujuan untuk membuka, mengembangkan dan mendidik segala aspek pribadi manusia dan kesediaan-ksediaan dan segala dayanya.

b). Prinsip Keseimbangan dan Kesederhanaan
Berdasarkan hal ini, maka tujuan pendidikan ini adalah saling isi mengisi, lengkap melengkapi (antara masa silam, kini dan masa depan), tanpa melebihkan satu aspek atas aspek yang lainnya. Dengan demikian lahirlah keseimbangan dan kesederhanaan dalam pendidikan islam.

c). Prinsip Kejelasan dan Ketegasan
Dari ketegasan ini, maka islam dalam persfektif pendidikan melahirkan tujuan-tujuan, kurikulum, dan metode-metode yang jelas dan tegas.

d). Prinsip Tak Ada Pertentangan
Dalam hal ini pendidikan islam tidak mengadakan jalan pemaksaan untuk sampai pada iman dan hidayah.

e). Prinsip Realisme dan Dapat Dilaksanakan
Syariat islam dan pendidikan islam tegak diatas prisiprealisme dan jauh dari hayal, berlebih-lebihan dan bersifat serampangan, Keduanya berusaha mencapai tujuan melalui metode yang praktis dan realistis, sesuai dengan fitrah dan sejalan dengan suasana, kesanggupan-kesanggupan yang dimiliki oleh individu dan masyarakat.

f). Prinsip Perubahan Yang Diingini
Prinsip ini didukung oleh ajaran-ajaran dan teks-teks islam diantarany : “sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum kecuali jika merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS.Ar-Ra’du).
Mengacu pada ayat ini, pendidikan secara prinsipil adalah proses perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku dan pada kehidupan masyarakat. Perubahan ini harus meliputi pengetahuan, konsep pikiran, kemahiran, nilai-nilai adat kebiasaan dan sikap pelajar.

g). Prinsip Menjaga Perbedaan-Perbedaan Perseorangan
Perbedaan-perbedaan perseorangan(individual differences) adalah suatu hal yang wajar. Oleh jarena itu setiap pendidikan yang baik harus memeliharanya dalam tujuan-tujuan kurikulum dan metode-metodenya.[muha1979,137-143,7U-4D]

1.b. Kurikulum Pendidikan Islam
1. Pengertian Kurikulum
Menurut Hasan Langgulung Kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olahraga dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi peserta didik didalam dan diluar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. Menurut Zakiah Darajat, kurikulum dapat dipandang sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan-tujuan pendidikan tertentu.[dara1992,122,6D]
Jadi arti kurikulum adalah seluruh aspek yang sudah direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Adapun prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam secara inklusif adalah sebagai berikut :
a). Prinsip Pertautan yang Sempurna Dengan Agama, termasuk ajarannya dan nilai-nilainya. Yakni harus berisi dengan jiwa agama islam, keutamaan, cita-cita dan kemauannya yang baik sesuai dengan ajaran islam.

b). Prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum, yakni mencakup tujuan membina akidah, akal dan jasmaninya dan hal lain yang bermanfaat bagi masyarakat dalam perkembangan spritual, kebudayaan, sosial, ekonomi, termasuk ilmu-ilmu agama, bahasa, kemanusiaan dan sebagainya.

c). Prinsip Keseimbangan yang relatif antara tujusn-tujuan dan kandungan kurikulum

d). Prinsip perkaitan antara bakat, minat, kemampuan-kemampuan dan kebutuhan pelajar.

e). Prinsip Pemeliharaan Perbedaan-perbedaan individual diantara para pelajar, baik dari segi minat maupun bakatnya.

f). Prinsip Menerima Perkembangan dan Perubahan sesuai dengan perkembangan jaman dan tempat.

g). Prinsip keterkaitan antara berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum.[nata1999,128,8D]

1.c. Metode Pendidikan
Metode Pendidikan adalah cara atau jalan yang ditempuh bagaimana menyajikan bahan-bahan pelajaran agar mudah diterima, diserap, dan dikuasai oleh peserta didik dengan baik dan menyenangkan. Adapun Al-Syaibany membagi prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar metode mengajar dalam pendidikan islami yaitu :

1). Pentingnya menjaga motivasi pelajar dan kebutuhan, minat dan keinginannya pada proses belajar, sebab menggerakkan motivasi yang terpendam ini dan menjaganya dalam pengalaman-pengalaman yang diajukan kepada peserta didik dan juga berbagai aktivitas yang diminta peserta didik untuk melakukannya, dan juga metode dan cara-cara menemaninya, menjadikan pelajar lebih ingin belajar lebih aktif.

2). Penting menjaga tujuan belajar dan menolongnya mengembangkan tujuan tersebut.

3). Kemestian memelihara tahap kematangan yang dicapai oleh peserta didik dan derajat kesediaanya untuk belajar. Ini supaya usahanya berhasil dan menjamin peserta didik dapat mengambil manfaat dari usaha-usaha yang dilakukannya dalam pengajaran, bimbingan dan latihan.

4). Perlu menjaga perbedaan-perbedaan perseorangan diantara pelajar.

5). Pendidik seharusnya mempersiapkan peluang partisipasi yang praktikal.

6). Memperhatikan kepahaman, mengetahui hubungan, kepaduan dan kelanjutan pengalaman, sifat baru, keaslian, dan kebebasan berfikir.

7). Membuat proses pendidikan itu suatu proses yang menggembirakan dan menciptakan kesan yang lebih baik kepada diri peserta didik.
Demikianlah prinsip-prinsip metode dalam pendidikan islam, semuanya berorientasi pada pengembangan dan developmentasi intelektual, mental, spiritual dan lain-lain.

1.d. Evaluasi Pendidikan
Evaluasi adalah penilaian tentang suatu aspek yang dihubungkan dengan situasi aspek lainnya, sehingga diperoleh suatu gambaran yang menyeluruh yang ditinjau dari berbagai aspek. Untuk melaksanakan penilaian ini diperlukan beberapa prinsip, yang diantaranya adalah sebagai berikut :

a). Evaluasi hendaknya didasarkan atas hasil pengukuran yang komprehensif.

b). Evaluasi harus dibedakan antara penskoran dengan angka dan penilaian dengan kategori. Penskoran berkenaan dengan aspek kuantitatif, dan penilaian berkenaan dengan aspek kualitatif.

c). Dalam penilaian perlu diperhatikan dua macam penilaian, yaitu Norm Referenced(berkaitan dengan hasil belajar) dan orientation referenced (berkenaan dengan penempatan)

d). Pemberian nilai hendaknya merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar.

e). Penilaian hendaknya bersifat komparabel, artinya dapat dibandingkan antar satu dengan yang lainnya.

f). Sistem penilaian yang dipergunakan hendaknya jelas bagi siswa dan bagi pengajar sendiri, sehingga tidak membingungkan.[tabr1992,211-212,4U-9D]

C. KESIMPULAN
Prinsip-prinsip islam terhadap fungsi pendidikan islam adalah melihat pendidikan sebagai sarana memberdayakan seluruh potensi diri manusia agar mencapai martabat yang mulia. Adapun tujuannya adalah membina seluruh potensi baik secara fisik, psikis, individual, dan sosial agar dapat mencapai kesempurnaan dan dapat merealisasikan pengabdiannya, sepenuhnya kepada Allah SWT. Metodenya tentu harus sejalan dengan tingkat dan kecenderungan psikologi peserta didik tersebut, begitupun kurikulumnya, ia harus terintegrasi antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum, agar peserta didik mempunyai wawasan dunia dan akhirat.

D. Daptar Pustaka
1. Rama Yulis, Ilmu Pendidikan Islam, Kalam Mulia, Jakarta, 1994.
2. Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Logos, Jakarta,1999.
3. Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1992
4. Umar Muhammad Al-Touny Al-Syaibany,Bulan Bintang, Jakarta, 1992.
5. Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos, Jakarta, 1999.
6. Ahmad Tabrani Rusyan dkk, Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, Rosda Karya, Bandung, 1992.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar